Tanjung, 10 Juni 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kualitas dan Pemanfaatan Data Kesehatan Tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan (SIK), penguatan kualitas data kesehatan, serta pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan di bidang kesehatan.
Workshop diikuti oleh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tabalong, pengelola program kesehatan dari seluruh bidang di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, serta pengelola data dan pengelola Sistem Informasi Kesehatan (SIK) dari seluruh puskesmas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Adi RR, SKM., M.S. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa data kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan kesehatan dan menjadi instrumen penting dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
“Data yang berkualitas tidak hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun perencanaan program dan kegiatan yang efektif. Melalui data yang valid dan akurat, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara lebih objektif, menentukan prioritas masalah kesehatan, serta merumuskan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa transformasi sistem kesehatan yang saat ini sedang berjalan menuntut seluruh pengelola program dan pengelola data untuk mampu menghasilkan data yang berkualitas sekaligus memanfaatkannya secara optimal dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making). Menurutnya, setiap penyusunan program, kegiatan, target kinerja, hingga penganggaran harus didasarkan pada data yang valid, akurat, dan terkini agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi dari Akhmad Kahfianur, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dengan topik “Peningkatan Kualitas Data Kesehatan dan Tata Kelola Sistem Informasi Kesehatan Daerah.” Materi ini menitikberatkan pada pentingnya menjaga kualitas data mulai dari proses pencatatan, pelaporan, validasi, hingga pemanfaatannya dalam penyusunan profil kesehatan dan berbagai dokumen perencanaan pembangunan kesehatan.
Dalam paparannya, Akhmad Kahfianur menekankan bahwa kualitas data merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemegang program dan pengelola data. Data yang lengkap, akurat, konsisten, dan tepat waktu akan menghasilkan informasi yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, tata kelola data yang baik juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Sari Ayutyas, SST., M.A.P. dari BPS Kabupaten Tabalong dengan topik “Analisis, Validasi, dan Pemanfaatan Data untuk Mendukung Perencanaan dan Pengambilan Keputusan.” Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya validasi data, teknik analisis sederhana, penyajian data yang informatif, serta pemanfaatan data statistik dalam mendukung penyusunan program dan kegiatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui pemaparan yang interaktif dan disertai diskusi, peserta diajak untuk memahami bagaimana data dapat diolah menjadi informasi yang bernilai guna dalam mendukung perencanaan pembangunan kesehatan, termasuk dalam penentuan prioritas program, pengukuran capaian kinerja, penyusunan target pembangunan kesehatan, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.
Selain meningkatkan kapasitas teknis peserta, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi dan penyamaan persepsi antara pengelola program, pengelola data, pengelola Sistem Informasi Kesehatan, dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan mengenai pentingnya tata kelola data kesehatan yang baik. Dengan adanya kesamaan pemahaman, diharapkan kualitas data yang dihasilkan oleh seluruh unit kerja dapat semakin meningkat dan mendukung terwujudnya sistem informasi kesehatan yang terintegrasi.
Kegiatan workshop ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Ahmad Baihaki, S.Kep., M.M. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan data sebagai aset strategis dalam pembangunan kesehatan.
“Ke depan, setiap perencanaan program dan kegiatan harus didukung oleh data yang kuat. Kita harus membangun budaya kerja yang menjadikan data sebagai dasar dalam mengambil keputusan, menentukan prioritas, dan mengevaluasi keberhasilan program. Dengan demikian, setiap sumber daya yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegas Ahmad Baihaki, S.Kep., M.M.
Melalui pelaksanaan Workshop Peningkatan Kualitas dan Pemanfaatan Data Kesehatan Tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong berharap seluruh pengelola program kesehatan, pengelola data, pengelola Sistem Informasi Kesehatan (SIK), serta kepala puskesmas dapat semakin meningkatkan kualitas pengelolaan data kesehatan dan pemanfaatannya dalam mendukung perencanaan pembangunan kesehatan berbasis bukti (evidence-based planning). Dengan data yang berkualitas, akurat, lengkap, dan tepat waktu, diharapkan setiap kebijakan dan program kesehatan yang dilaksanakan dapat lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Tabalong.(don)